
Lensa Arc menggeser fokus dari harga ke struktur volatilitas dan waktu. Jika Fog menjawab "di harga berapa?", Arc menjawab "seperti apa bentuk dan tekanan volatilitas hari ini?". Arc terdiri dari empat komponen: 3D volatility surface, kurva SVI fitting, gamma-density table, dan total-hedging sparklines.
3D Volatility Surface Mesh
Komponen utama Arc adalah volatility surface 3D — sebuah mesh (jaring permukaan) yang memvisualisasikan implied volatility (IV) di sepanjang dua sumbu:
- Sumbu X — Strike price (atau moneyness, jarak relatif terhadap ATM).
- Sumbu Y — Waktu/expiry (atau pada konteks 0DTE intraday, slice waktu sepanjang sesi).
- Sumbu Z (tinggi) — Nilai implied volatility.
Permukaan ini memetakan bagaimana IV bervariasi: biasanya membentuk smile atau skew di mana opsi out-of-the-money (terutama put) memiliki IV lebih tinggi daripada ATM.
Cara membaca mesh
- Tinggi permukaan (elevasi Z) — Area yang menjulang tinggi = IV tinggi = pasar membayar mahal untuk proteksi/leverage di area tersebut. Sering muncul di put OTM (fear pricing).
- Kemiringan (skew) — Kemiringan permukaan dari put ke call mengindikasikan arah ketakutan pasar. Skew curam ke sisi put = demand proteksi downside tinggi.
- Kelengkungan (curvature/smile) — Cekungan di ATM dengan sayap naik di kedua sisi. Smile yang dalam menandakan ekspektasi pergerakan tail yang besar.
- Deformasi real-time — Selama sesi live, permukaan "bernapas". Perubahan bentuk mendadak (misal sayap put tiba-tiba meninggi) adalah sinyal awal pergeseran sentimen risiko sebelum harga bergerak signifikan.
Mesh 3D bersifat interaktif: Anda dapat memutar dan memiringkan kamera untuk memeriksa area tertentu dari sudut pandang berbeda.
Kurva SVI Fitting
Permukaan mentah dari data pasar biasanya noisy karena bid-ask spread, likuiditas tidak merata, dan strike yang jarang diperdagangkan. Untuk menghasilkan permukaan yang halus dan arbitrage-free, terminal menggunakan SVI (Stochastic Volatility Inspired) fitting.
Apa itu SVI
SVI adalah model parametrik yang mem-fit implied variance sebagai fungsi dari log-moneyness dengan sejumlah kecil parameter (yang mengatur level, kemiringan/skew, dan kelengkungan smile). Hasilnya adalah kurva mulus yang menggambarkan IV per slice expiry.
Cara membaca kurva SVI
- Level kurva — Tinggi keseluruhan kurva = level IV rata-rata. Naik = pasar memprice risiko lebih besar.
- Kemiringan (skew) — Kemiringan kurva di sekitar ATM. Skew negatif kuat = put lebih mahal (klasik untuk indeks ekuitas).
- Kelengkungan sayap — Seberapa cepat IV naik menjauh dari ATM. Sayap yang naik tajam = pasar memprice probabilitas tail-event lebih tinggi.
- Kualitas fit (residual) — Seberapa rapat titik IV pasar menempel pada kurva. Titik yang menyimpang jauh bisa menandakan strike dengan likuiditas buruk atau flow tidak biasa yang patut diperhatikan.
Membandingkan kurva SVI antar slice waktu memperlihatkan evolusi term structure dan bagaimana skew berubah sepanjang sesi.
Gamma-Density Table
Gamma-density table adalah grid top-down yang memetakan konsentrasi gamma dalam dua dimensi: strike (baris) × menit/slice waktu (kolom). Ini adalah versi "panas-dingin" (heatmap) dari di mana dan kapan gamma menumpuk.
Struktur tabel
- Baris — Strike price (dari tinggi ke rendah, terpusat di ATM).
- Kolom — Slice waktu intraday (per menit atau interval tertentu sepanjang sesi).
- Sel — Densitas gamma (delta-notional) pada strike dan waktu tersebut, biasanya diwarnai berdasarkan intensitas dan tanda (positif vs negatif).
Cara interpretasi
- Kolom panas vertikal — Pada waktu tertentu, gamma terkonsentrasi tebal di rentang strike sempit → pasar sedang "pinned" ke area itu. Ekspektasi: pergerakan tertahan.
- Baris panas horizontal — Satu strike tetap panas sepanjang banyak slice waktu → strike tersebut adalah magnet kuat yang persisten; kandidat target/pin akhir sesi.
- Pergeseran diagonal — Pita panas yang bergerak naik/turun seiring waktu → dealer re-positioning mengikuti harga; level kunci bergeser.
- Transisi tanda — Sel berpindah dari gamma positif ke negatif → indikasi pendekatan ke gamma flip secara lokal, peringatan dini ekspansi volatilitas.
Tabel ini sangat berguna untuk timing: ia tidak hanya menunjukkan di mana gamma berada, tetapi juga bagaimana konsentrasinya berubah dari menit ke menit.
Total-Hedging Sparklines
Di bagian ringkasan Arc terdapat total-hedging sparklines — grafik mini yang merangkum tekanan hedging agregat sepanjang sesi untuk tiga Greek utama:
- Net Delta pressure — Total tekanan directional hedging dealer. Tren naik = tekanan beli underlying bersih; tren turun = tekanan jual bersih.
- Net Gamma pressure — Total konsentrasi gamma. Memberi sinyal apakah hari ini cenderung mean-reverting (gamma positif tinggi) atau trending/volatile (gamma negatif).
- Net Vanna pressure — Total sensitivitas terhadap perubahan IV. Penting saat IV bergerak; menjelaskan tekanan hedging yang dipicu oleh perubahan volatilitas, bukan harga.
Cara membaca sparklines
- Arah & slope — Lihat tren keseluruhan dan ketajamannya. Slope curam = tekanan kuat.
- Titik balik (inflection) — Perubahan arah pada sparkline menandakan pergeseran rezim hedging; sering mendahului perubahan perilaku harga.
- Konfluensi tiga Greek — Ketika Delta, Gamma, dan Vanna pressure bergerak searah, keyakinan terhadap arah sesi meningkat. Ketika berkonflik, harapkan pasar choppy.
Sparklines memberi bird's-eye view yang cepat: dalam sekali pandang Anda tahu apakah hari ini berisiko ekspansi volatilitas atau cenderung terkompresi.
Alur Kerja Praktis dengan Arc
- Periksa volatility surface 3D untuk memahami bentuk smile/skew hari ini.
- Verifikasi dengan kurva SVI — level, skew, dan kualitas fit.
- Buka gamma-density table untuk melihat di mana dan kapan gamma menumpuk.
- Lihat total-hedging sparklines untuk menyimpulkan regime (mean-revert vs trend) dan konfluensi tekanan Delta/Gamma/Vanna.
- Bawa kesimpulan regime ini ke lensa Fog untuk eksekusi di level konkret.
Lanjut ke Membaca Sinyal & Key Levels untuk menerjemahkan seluruh data ini menjadi keputusan trading.